Kamis, 20 Oktober 2011

makalah psikologi abnormal


Makalah Psikologi Abnormal
Orang  yang punya kebiasaan mengutil barang



Disusun oleh:
Muhammad akbar/609 5111 022

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
2009/2010




DESKRIPSI     :
Mengutil ada dua jenis yaitu karena penyakit dan karena kebutuhan. Kebiasaan Pengutil disini disebabkan bukan karena kebutuhan melainkan karena ada nya penyakit gangguan jiwa yang dimiliki seseorang. Kebiasaan Pengutil bukan penyakit turunan dan penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa terkecuali tetapi sering kali banyak ditemui pada wanita. Kemungkinan penyebab gangguan ini adalah gangguan biologis atau psikologis. Gangguan psikologis bisa terjadi karena pola asuh yang salah waktu kecil dan banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut berkembang, atau juga karena kejadian-kejadian tertentu yang pernah dialaminya.Gangguan kejiwaan ini bukan karena khayalan atau halusinasi bisa juga hal ini karena penderitanya mengalami depresi, seperti kelainan emosi, Bulimia Nervosa, paranoid, schizoid atau borderline personality disorder dan salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengambil barang milik orang lain,orang yang mengidap penyakit ini melakukan pencurian barang-barang kecil bukan karena mereka cemburu atau benci terhadap orang yang mempunyai barang itu melainkan karena ada nya dorongan dari otak nya untuk melakukan pengambilan barang itu atau semacam tantangan untuk membuktikan pada diri nya bahwa dia bisa melakukan hal itu tanpa diketahui oleh orang yang punya.
Penderita yang mempunyai kebiasan suka mengutil hanya mengambil barang-barang yang sebenarnya tidak berharga atau berguna untuknya. Biasanya barang yang diambil belum tentu yang sesuai dengan kebutuhan karena kadang timbulnya secara mendadak dan ada dorongan untuk mengambil barang secara tiba-tiba.Para pengutil melakukan pencurian bukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari melainkan sebagai tanda kebanggaan atas diri nya sendiri dan untuk memenuhi rasa puas yang menguasai pikiran nya sehingga kadang barang-barang yang dicuri hanya diberikan kepada orang lain sebagai hadiah seolah-olah itu miliknya sendiri dan tidak jarang pula ada yang mengoleksi nya. Lokasi tempat mengambil barang tidak hanya di satu tempat. Seringnya mereka ‘beraksi’ justru di tempat-tempat yang tidak biasa, seperti kantor, hotel,supermarket atau di rumah seseorang. Sang penderita biasanya merasakan rasa tegang subjektif sebelum mencuri dan merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah mereka melakukan tindakan mencuri tersebut
Gangguan ini bisa diatasi selama ada kesadaran dan keinginan si pengutil untuk sembuh. Namun penyebabnya harus dicari dulu melalui konsultasi dengan psikolog, baru disembuhkan dengan psikoterapi. Bila keinginan itu muncul dan belum terwujud, mereka akan terus merasa tegang dan gelisah. Saat itulah peran kita dibutuhkan untuk membuat mereka merasa rileks.Kita akan menemui kesulitan kalau penderita ini orangnya tertutup. Apalagi kalau situasi dan pola saat mereka beraksi itu acak, kadang-kadang mereka beraksi karena sifat pengutil nya tapi tidak jarang mereka benar-benar mengutil untuk memebuhi kebutuhan nya atau dikenal dengan nama mencuri. Kita harus tetap menolong mereka, tidak  peduli dia pengutil atau pencuri.Kalau kita merasa tidak cukup mampu membantunya, ajak dia berkonsultasi ke psikiater di Bagian Psikologi Klinis,Lembaga Psikologi Terapan UI Dpk
Berikut ini hasil cerita dan wawancara kami kepada seseorang yang mempunyai kebiasaan mengutil.
·         Sebut saja dia dengan inisial MD teman sewaktu SMP retha disalah satu SMP swasta di Yogyakarta. Semula saya dan teman-teman yang lain tidak mengetahui bahwa MD ini mempunyai kebiasaan buruk yaitu mengutil barang. Sampai pada suatu hari sewaktu kita bersama-sama main di dalam kamar secara tidak sengaja saya meninggalkan dia hanya berdua dengan salah satu teman saya yang sedang tiduran,tidak lama kemudian ibu dari teman saya bernama sari datang untuk mengantarkan minuman dan secara tidak sengaja juga ibunya sari ini memergoki MD sedang mengambil parfum milik sari,tetapi ibu sari tidak menceritakan langsung kepada kita.kebiasaan MD terungkap ketika banyak dari teman saya yang kehilangan dengan kasus yang sama dan jenis barang yang berbeda. Beberapa hari kemudian tiga orang dari kami bermain lagi di rumah sari tanpa MD, lalu secara tidak sengaja ibu teman saya sari mendengar percakapan kami tentang sering hilang nya barang-barang beberapa orang dari  kami. Akhirnya ibunya sari pun mengaku pernah memergoki MD mengutil parfum milik sari pada beberapa hari yang lalu pada saat kita berkumpul berlima. Dari situ lah terungkap bahwa MD mempunyai kebiasaan buruk yaitu mengutil barang. Semula kita tidak mempercayai jika MD mempunyai kebiasaan buruk mengutil sampai pada akhir nya kita mencoba meneliti sendiri dan berusaha tetap bersikap biasa terhadap MD sampai kita mendapat bukti yang konkrit. Tetapi tidak disangka pada saat selesai pelajaran olahraga salah satu teman saya yang berganti baju dengan MD menemukan parfum yang diambil MD sama persis dengan parfum milik teman saya sari. Karena hal itu masih dianggap bukti yang kurang kuat saya pun mencoba memberanikan diri bermain di rumah MD dan saya masuk ke dalam kamar nya.di kamar MD lah saya menemukan beberapa barang dari teman-teman saya yang hilang seperti lipstik,jepit rambut,bandana dan barang-barang sepele lain nya. Karena rasa penasaran saya masih ada saya pun berusaha menanyakan tanpa menyinggung perasaan nya karena MD ini merupakan type orang yang agak sedikit sensitif ya walaupun dia juga sedikit cerewet.

Retha         :Maaf ya sebelum nya kalau aku tanya hal ini sama kamu. Bukan maksud menuduh atau gimana.
MD            :Emang ada ap tha???biasa aja kayak ma sapa aja.hehehe
Retha         :Hehehe....gimana ya MD.
MD            :Mang mau tanya tentang ap sih tha?kuk kayak nya beda aj.
Retha         :aku tuh penasaran aja. Kamu inget ga pas aku maen ke kamar kamu dulu aku kan tanya-tanya sama kamu pernak-pernik kamu kuk mirip gitu sama anak-anak lain.
MD            :uuummnnn yang itu.
Retha         :Kamu kan belum jawab.sorry lhoo aku bukan nuduh cuma penasaran aja
MD            :Gpp tha,aku paham kuk. Jujur aku dulu emang suka ambil barang anak-anak kuk tapi aku ga berani bilang karena aku takut ga punya teman dan aku dikucilkan aja sama yang lain karena aku punya kebiasaan itu.
Retha         :Terus kalau sekarang gimana?
MD            :Sekarang. Aku ga terlalu kayak dulu tha.Sejak ibu ku curiga aku sering bawa pulang benda-benda baru dia suka tanya-tanya sama aku. Dari situ dia tau aku punya kebiasaan buruk dan aku ga pernah diperbolehkan pergi kemana-mana sendiri. Ya lama kelamaan aku juga tahu kalau itu salah dan aku berusaha buat sembuh.
Retha         :Mang apa sih yang kamu rasain dulu ketika kamu melihat barang milik orang lain yang menarik perhatiaan mu?
MD            :Ya tiba-tiba dengan spontan timbul keinginan yang sangat kuat dari dalam diri  untuk memiliki n mengambil nya.
Retha         :Terus tepat nya sejak kapan sih kamu merasakan hal itu?
MD            :Kalau tepat nya kapan aku ga tahu tha,tapi perasaan itu  timbul tiba-tiba aja setelah aku lulus SD.
Retha         :Apa ada jenis barang tertentu gitu yang menarik buat kamu ambil?
MD            :Gak ada sih,selama itu menarik bagi ku ya tak ambil.
Retha         :Dimana pun???????gila ya.....
MD            :Iya. Tapi sekarang ga banget-banget kayak dulu lah tha. Aku juga kalau perbuatan kayak gitu salah.
Retha         :Bagus sih. Dulu kamu merasa terganggu ga sih dengan kebiasaan mu itu?
MD            :Ya jujur terganggu sih ya merasa terganggu, tetapi aku juga ga bisa mengontrol diri untuk membatasi keinginan itu.
Retha         :Kalau dulu sebelum ibu kamu tahu.Apakah ada usaha dari diri kamu untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu sendiri?
MD            :Sudah sih,tapi kebiasaan itu selalu muncul sendiri kalau aku melihat barang-barang yang menarik perhatian mata ku.
Retha         :Kamu ga pernah takut apa kalau ketahuan gitu?
MD            :Gimana ya tha,rasa takut itu ada tapi kan keinginan yang kuat itu yang akhir nya ngialngin rasa takutku sendiri.
Retha         :Terus kalau dulu.Apa sih yang kamu lakukan terhadap barang-barang yang telah kamu ambil?
MD            :Biasa nya sih tak simpan untuk koleksi pribadi dan ga sedikit pula aku berikan sama orang lain sebagai hadiah.

·         Hampir sama dengan reta cerita ini berawal semenjak saya duduk di bangku SMA di salah satu sekolah SMA swasta ketika teman saya bernama christin kehilangan calculatornya yang harus wajib dibawa untuk dipakai saat pelajaran matematika,kejadian ini terjadi pada saat pelajaran olahraga dan semua murid harus pergi meninggalkan kelas untuk keluar mengikuti olahraga yang dilakukan di lapangan. Tiba-tiba setelah selesai pelajaran olahraga ada satu teman saya yang bingung mencari-cari callculator milik nya hilang, karena pelajaran yang selanjutnya adalah pelajaran matematika kebetulan harus menggunakan kalkulator,christin mencari-cari kalkulatornya dan tidak menemukannya dia hanya bercerita kepada teman saya kalau callculatornya hilang. Setelah beberapa hari dari kejadian hilangnya calcullator ketika teman saya sedang duduk bersama F teman saya melihat F membawa callculator yang sama persis dengan yang christin punya, teman saya pun memberi tahu kepada christin dan diam-diam mereka menggledah tas F lalu christin melihat dan sangat yakin bahwa callculator itu miliknya karena sama persi dengan ciri-ciri callculator miliknya. Tetapi christin pun tidak mempercayai dengan apa yang dilihat nya.Ternyata bukan hanya christin yang kehilangan barang milik nya selang beberapa lama kemudian banyak barang-barang teman saya yang hilang seperti lipstik dan barang-barang lainnya yang menurut saya sangat sepele. Pernah beberapa kali saya dan teman-teman saya termasuk F jalan ke sebuah pusat perbelanjaan pernak-pernik di mall dan saya sempat melihat teman saya F itu memasukkan sesuatu barang berbentuk kecil ke dalam tasnya.Semula saya diam saja pada saat dia mengambil nya dan saya pun sama sekali tidak menegur perbuatan dia karna saya juga takut kalau akibat perbuatan F kami harus di interograsi oleh keamanan mall.
Hasil wawancara saya :
Nia      : F, sorry sebelumnya kalau aku menanyakan ini sama kamu .
F          : Kenapa ni . . ?
Nia      : Kamu inget waktu kita jalan-jalan kmall “G” waktu SMA ?
F          : yang waktu rame-rame dulu ni ?
Nia       : Iya sorry banget kalo aku tanya hal yang agak sensitif tapi bukan maksud aku buat nuduh kamu F. Waktu kita jalan di outlet pernak-pernik aku sempet liat kamu ngambil sesuatu dan masukkin ke dalam tas kamu. Apa kamu mengambil barang itu F. . ?
F          :Sebenernya aku juga pengen cerita tapi aku takut kalian gak mau temenan    lagi sama aku, aku gak tahu kenapa terkadang ada perasaan yang membuat aku pengen banget ngambil sesuatu barang yang bukan milikku.
Nia      : Sejak kapan kayak gitu ?
F          :Sebenernya dari SMP kadang aku dah coba buat nahan hasratku buat gak ngambil barang yang bukan punyaku tapi gak bisa, selalu ada perasaan tenang dan senang ketika aku berhasil ngambil barang yang aku pengen.
Nia      :Keluarga kamu tau gak kalo kamu punya kebisaan itu?
F          :Ya kadang adik aku tanya itu barang siapa tapi aku bilang itu punya temenku kadang juga aku bilangnya dikasih sama temenku.
            Nia       : Gak pernah takut kalo ketauan ?
F          :Ya takut sich pasti tapi aku malah gelisah kalo gak berhasil ngambil. ya pinter-pinternya aku  biar gak ktauan ni .
Nia       : Pernah kepikiran pengen berhenti ngambilin barang orang gak F,masak seterusnya kamu bakal kayak gitu apalagi kalo besok kamu dah nikah khan kamu bakal jadi contoh buat anak-anak kamu besok . . ?! sampe sekarang masih gak kebiasaan itu ?

F          : Gak terlalu sering kayak dulu tapi . Sebenernya pengen banget buat berubah tapi gak tau caranya, aku takut aku gak punya temen dan gak bisa bersosialisasi kayak orang normal. Tolong ya ni kamu jangan cerita ini sama temen-temen kita SMA.

Nia       : Tenang aja F aku ngerti koq. Ya . . aku Cuma bisa ngasih kamu saran kalo kamu masih nglakuin kebiasaan ini pasti hidup kamu gak bisa tenang pasti suatu saat kamu akan merasa bersalah. Mulai sekarang kalo hasrat itu muncul coba tenangin diri kamu inget masa depan kamu nanti. Syukur-syukur kamu mau ngaku sama orang yang barangnya kamu ambil terus kamu balikin mungkin mereka bakal maafin kamu . kalo belum bisa ya pelan-pelan aja kamu resapin hidup normal lebih enak, lebih bisa tenang  .

            F          : makasih banyak ya ni aku jadi lumayan lega sekarang.

            Nia       : makin dewasa harus banyak instrospeksi  supaya jadi lebih baik.ok . .?

            F          : ok . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar