Makalah Psikologi Abnormal
Orang yang punya kebiasaan
mengutil barang

Disusun oleh:
Muhammad
akbar/609
5111 022
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
2009/2010
DESKRIPSI :
Mengutil ada dua jenis yaitu karena
penyakit dan karena kebutuhan. Kebiasaan Pengutil disini disebabkan bukan
karena kebutuhan melainkan karena ada nya penyakit gangguan jiwa yang dimiliki
seseorang. Kebiasaan Pengutil bukan penyakit turunan dan penyakit ini bisa
terjadi pada siapa saja tanpa terkecuali tetapi sering kali banyak ditemui pada
wanita. Kemungkinan penyebab gangguan ini adalah gangguan biologis atau
psikologis. Gangguan psikologis bisa terjadi karena pola asuh yang salah waktu
kecil dan banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut berkembang, atau juga
karena kejadian-kejadian tertentu yang pernah dialaminya.Gangguan kejiwaan ini
bukan karena khayalan atau halusinasi bisa juga hal ini karena penderitanya
mengalami depresi, seperti kelainan emosi, Bulimia Nervosa, paranoid, schizoid
atau borderline personality disorder dan salah satu cara mengatasinya adalah
dengan mengambil barang milik orang lain,orang yang mengidap penyakit ini
melakukan pencurian barang-barang kecil bukan karena mereka cemburu atau benci
terhadap orang yang mempunyai barang itu melainkan karena ada nya dorongan dari
otak nya untuk melakukan pengambilan barang itu atau semacam tantangan untuk
membuktikan pada diri nya bahwa dia bisa melakukan hal itu tanpa diketahui oleh
orang yang punya.
Penderita yang mempunyai kebiasan
suka mengutil hanya mengambil barang-barang yang sebenarnya tidak berharga atau
berguna untuknya. Biasanya barang yang diambil belum
tentu yang sesuai dengan kebutuhan karena kadang timbulnya secara mendadak dan
ada dorongan untuk mengambil barang secara tiba-tiba.Para pengutil melakukan
pencurian bukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari melainkan sebagai tanda
kebanggaan atas diri nya sendiri dan untuk memenuhi rasa puas yang menguasai
pikiran nya sehingga kadang barang-barang yang dicuri hanya diberikan kepada
orang lain sebagai hadiah seolah-olah itu miliknya sendiri dan tidak jarang
pula ada yang mengoleksi nya. Lokasi tempat mengambil barang tidak hanya
di satu tempat. Seringnya mereka ‘beraksi’ justru di tempat-tempat yang tidak
biasa, seperti kantor, hotel,supermarket atau di rumah seseorang. Sang
penderita biasanya merasakan rasa tegang subjektif sebelum mencuri dan
merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah mereka melakukan tindakan mencuri
tersebut
Gangguan ini bisa diatasi selama
ada kesadaran dan keinginan si pengutil untuk sembuh. Namun penyebabnya harus
dicari dulu melalui konsultasi dengan psikolog, baru disembuhkan dengan
psikoterapi. Bila keinginan itu muncul dan belum terwujud, mereka akan terus
merasa tegang dan gelisah. Saat itulah peran kita dibutuhkan untuk membuat
mereka merasa rileks.Kita akan menemui kesulitan kalau penderita ini orangnya
tertutup. Apalagi kalau situasi dan pola saat mereka beraksi itu acak,
kadang-kadang mereka beraksi karena sifat pengutil nya tapi tidak jarang mereka
benar-benar mengutil untuk memebuhi kebutuhan nya atau dikenal dengan nama
mencuri. Kita harus tetap menolong mereka, tidak peduli dia pengutil atau pencuri.Kalau kita
merasa tidak cukup mampu membantunya, ajak dia berkonsultasi ke psikiater di
Bagian Psikologi Klinis,Lembaga Psikologi Terapan UI Dpk
Berikut ini hasil cerita dan
wawancara kami kepada seseorang yang mempunyai kebiasaan mengutil.
·
Sebut saja dia dengan inisial MD
teman sewaktu SMP retha disalah satu SMP swasta di Yogyakarta. Semula saya dan
teman-teman yang lain tidak mengetahui bahwa MD ini mempunyai kebiasaan buruk
yaitu mengutil barang. Sampai pada suatu hari sewaktu kita bersama-sama main di
dalam kamar secara tidak sengaja saya meninggalkan dia hanya berdua dengan salah
satu teman saya yang sedang tiduran,tidak lama kemudian ibu dari teman saya
bernama sari datang untuk mengantarkan minuman dan secara tidak sengaja juga
ibunya sari ini memergoki MD sedang mengambil parfum milik sari,tetapi ibu sari
tidak menceritakan langsung kepada kita.kebiasaan MD terungkap ketika banyak
dari teman saya yang kehilangan dengan kasus yang sama dan jenis barang yang
berbeda. Beberapa hari kemudian tiga orang dari kami bermain lagi di rumah sari
tanpa MD, lalu secara tidak sengaja ibu teman saya sari mendengar percakapan
kami tentang sering hilang nya barang-barang beberapa orang dari kami. Akhirnya ibunya sari pun mengaku pernah
memergoki MD mengutil parfum milik sari pada beberapa hari yang lalu pada saat
kita berkumpul berlima. Dari situ lah terungkap bahwa MD mempunyai kebiasaan
buruk yaitu mengutil barang. Semula kita tidak mempercayai jika MD mempunyai
kebiasaan buruk mengutil sampai pada akhir nya kita mencoba meneliti sendiri
dan berusaha tetap bersikap biasa terhadap MD sampai kita mendapat bukti yang
konkrit. Tetapi tidak disangka pada saat selesai pelajaran olahraga salah satu
teman saya yang berganti baju dengan MD menemukan parfum yang diambil MD sama
persis dengan parfum milik teman saya sari. Karena hal itu masih dianggap bukti
yang kurang kuat saya pun mencoba memberanikan diri bermain di rumah MD dan
saya masuk ke dalam kamar nya.di kamar MD lah saya menemukan beberapa barang
dari teman-teman saya yang hilang seperti lipstik,jepit rambut,bandana dan
barang-barang sepele lain nya. Karena rasa penasaran saya masih ada saya pun
berusaha menanyakan tanpa menyinggung perasaan nya karena MD ini merupakan type
orang yang agak sedikit sensitif ya walaupun dia juga sedikit cerewet.
Retha :Maaf ya sebelum nya
kalau aku tanya hal ini sama kamu. Bukan maksud menuduh atau gimana.
MD :Emang ada ap
tha???biasa aja kayak ma sapa aja.hehehe
Retha :Hehehe....gimana ya
MD.
MD :Mang mau tanya
tentang ap sih tha?kuk kayak nya beda aj.
Retha :aku tuh penasaran
aja. Kamu inget ga pas aku maen ke kamar kamu dulu aku kan tanya-tanya sama
kamu pernak-pernik kamu kuk mirip gitu sama anak-anak lain.
MD :uuummnnn yang itu.
Retha :Kamu kan belum
jawab.sorry lhoo aku bukan nuduh cuma penasaran aja
MD :Gpp tha,aku paham
kuk. Jujur aku dulu emang suka ambil barang anak-anak kuk tapi aku ga berani
bilang karena aku takut ga punya teman dan aku dikucilkan aja sama yang lain karena
aku punya kebiasaan itu.
Retha :Terus kalau
sekarang gimana?
MD :Sekarang. Aku ga
terlalu kayak dulu tha.Sejak ibu ku curiga aku sering bawa pulang benda-benda
baru dia suka tanya-tanya sama aku. Dari situ dia tau aku punya kebiasaan buruk
dan aku ga pernah diperbolehkan pergi kemana-mana sendiri. Ya lama kelamaan aku
juga tahu kalau itu salah dan aku berusaha buat sembuh.
Retha :Mang apa sih yang
kamu rasain dulu ketika kamu melihat barang milik orang lain yang menarik
perhatiaan mu?
MD :Ya tiba-tiba dengan
spontan timbul keinginan yang sangat kuat dari dalam diri untuk memiliki n mengambil nya.
Retha :Terus tepat nya sejak
kapan sih kamu merasakan hal itu?
MD :Kalau tepat nya
kapan aku ga tahu tha,tapi perasaan itu
timbul tiba-tiba aja setelah aku lulus SD.
Retha :Apa ada jenis
barang tertentu gitu yang menarik buat kamu ambil?
MD :Gak ada sih,selama
itu menarik bagi ku ya tak ambil.
Retha :Dimana
pun???????gila ya.....
MD :Iya. Tapi sekarang
ga banget-banget kayak dulu lah tha. Aku juga kalau perbuatan kayak gitu salah.
Retha :Bagus sih. Dulu
kamu merasa terganggu ga sih dengan kebiasaan mu itu?
MD :Ya jujur terganggu
sih ya merasa terganggu, tetapi aku juga ga bisa mengontrol diri untuk
membatasi keinginan itu.
Retha :Kalau dulu sebelum
ibu kamu tahu.Apakah ada usaha dari diri kamu untuk menghilangkan kebiasaan
buruk itu sendiri?
MD :Sudah sih,tapi
kebiasaan itu selalu muncul sendiri kalau aku melihat barang-barang yang
menarik perhatian mata ku.
Retha :Kamu ga pernah
takut apa kalau ketahuan gitu?
MD :Gimana ya tha,rasa
takut itu ada tapi kan keinginan yang kuat itu yang akhir nya ngialngin rasa
takutku sendiri.
Retha :Terus kalau dulu.Apa
sih yang kamu lakukan terhadap barang-barang yang telah kamu ambil?
MD :Biasa nya sih tak
simpan untuk koleksi pribadi dan ga sedikit pula aku berikan sama orang lain
sebagai hadiah.
·
Hampir sama dengan reta cerita ini
berawal semenjak saya duduk di bangku SMA di salah satu sekolah SMA swasta ketika
teman saya bernama christin kehilangan calculatornya yang harus wajib dibawa
untuk dipakai saat pelajaran matematika,kejadian ini terjadi pada saat
pelajaran olahraga dan semua murid harus pergi meninggalkan kelas untuk keluar
mengikuti olahraga yang dilakukan di lapangan. Tiba-tiba setelah selesai
pelajaran olahraga ada satu teman saya yang bingung mencari-cari callculator
milik nya hilang, karena pelajaran yang selanjutnya adalah pelajaran matematika
kebetulan harus menggunakan kalkulator,christin mencari-cari kalkulatornya dan
tidak menemukannya dia hanya bercerita kepada teman saya kalau callculatornya
hilang. Setelah beberapa hari dari kejadian hilangnya calcullator ketika teman
saya sedang duduk bersama F teman saya melihat F membawa callculator yang sama
persis dengan yang christin punya, teman saya pun memberi tahu kepada christin
dan diam-diam mereka menggledah tas F lalu christin melihat dan sangat yakin
bahwa callculator itu miliknya karena sama persi dengan ciri-ciri callculator
miliknya. Tetapi christin pun tidak mempercayai dengan apa yang dilihat nya.Ternyata
bukan hanya christin yang kehilangan barang milik nya selang beberapa lama
kemudian banyak barang-barang teman saya yang hilang seperti lipstik dan
barang-barang lainnya yang menurut saya sangat sepele. Pernah beberapa kali
saya dan teman-teman saya termasuk F jalan ke sebuah pusat perbelanjaan
pernak-pernik di mall dan saya sempat melihat teman saya F itu memasukkan
sesuatu barang berbentuk kecil ke dalam tasnya.Semula saya diam saja pada saat
dia mengambil nya dan saya pun sama sekali tidak menegur perbuatan dia karna
saya juga takut kalau akibat perbuatan F kami harus di interograsi oleh
keamanan mall.
Hasil wawancara
saya :
Nia : F, sorry sebelumnya kalau aku menanyakan
ini sama kamu .
F : Kenapa ni . . ?
Nia : Kamu inget waktu kita jalan-jalan kmall
“G” waktu SMA ?
F : yang waktu rame-rame dulu ni ?
Nia : Iya sorry banget kalo
aku tanya hal yang agak sensitif tapi bukan maksud aku buat nuduh kamu F. Waktu
kita jalan di outlet pernak-pernik aku sempet liat kamu ngambil sesuatu dan
masukkin ke dalam tas kamu. Apa kamu mengambil barang itu F. . ?
F :Sebenernya aku juga
pengen cerita tapi aku takut kalian gak mau temenan lagi sama aku, aku gak tahu kenapa
terkadang ada perasaan yang membuat aku pengen banget ngambil sesuatu barang
yang bukan milikku.
Nia : Sejak kapan kayak gitu ?
F :Sebenernya dari SMP
kadang aku dah coba buat nahan hasratku buat gak ngambil barang yang bukan
punyaku tapi gak bisa, selalu ada perasaan tenang dan senang ketika aku
berhasil ngambil barang yang aku pengen.
Nia :Keluarga kamu tau gak kalo kamu punya
kebisaan itu?
F :Ya kadang adik aku
tanya itu barang siapa tapi aku bilang itu punya temenku kadang juga aku bilangnya
dikasih sama temenku.
Nia : Gak
pernah takut kalo ketauan ?
F :Ya takut sich pasti tapi aku malah
gelisah kalo gak berhasil ngambil. ya pinter-pinternya aku biar gak ktauan ni .
Nia : Pernah kepikiran pengen berhenti
ngambilin barang orang gak F,masak seterusnya kamu bakal kayak gitu apalagi
kalo besok kamu dah nikah khan kamu bakal jadi contoh buat anak-anak kamu besok
. . ?! sampe sekarang masih gak kebiasaan itu ?
F : Gak terlalu sering kayak dulu tapi .
Sebenernya pengen banget buat berubah tapi gak tau caranya, aku takut aku gak
punya temen dan gak bisa bersosialisasi kayak orang normal. Tolong ya ni kamu
jangan cerita ini sama temen-temen kita SMA.
Nia : Tenang aja F aku ngerti koq. Ya . . aku
Cuma bisa ngasih kamu saran kalo kamu masih nglakuin kebiasaan ini pasti hidup
kamu gak bisa tenang pasti suatu saat kamu akan merasa bersalah. Mulai sekarang
kalo hasrat itu muncul coba tenangin diri kamu inget masa depan kamu nanti.
Syukur-syukur kamu mau ngaku sama orang yang barangnya kamu ambil terus kamu
balikin mungkin mereka bakal maafin kamu . kalo belum bisa ya pelan-pelan aja
kamu resapin hidup normal lebih enak, lebih bisa tenang .
F : makasih
banyak ya ni aku jadi lumayan lega sekarang.
Nia : makin
dewasa harus banyak instrospeksi supaya
jadi lebih baik.ok . .?
F : ok . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar